
Jakarta, Game Instant Indonesia
—
HBO merilis dokumenter pendek Finding Harry: The Craft Behind the Magic mengenai proses pembuatan serial
Harry Potter
pada 5 April 2026 waktu Amerika Serikat, atau Senin (6/4) waktu Indonesia, di HBO Max.
Dalam dokumenter 26 menit tersebut, sejumlah proses perjuangan pembuatan serial yang amat dinantikan itu ditampilkan, mulai dari pencarian trio sekawan Harry-Ron-Hermione, hingga proses kreatif di balik serial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 5 hal yang bisa dilihat di Finding Harry: The Craft Behind the Magic:
1. Audisi mencari trio sekawan
Hal pertama yang ditampilkan dalam dokumenter Finding Harry: The Craft Behind the Magic adalah pencarian trio sekawan Harry-Ron-Hermione yang akan menjadi pusat cerita semesta Harry Potter.
Dokumenter ini menampilkan bagaimana tim casting mencari tiga bocah yang akan memerankan karakter-karakter tersebut dengan audisi yang melibatkan 40 ribu anak-anak dari seluruh pelosok Inggris.
Audisi berupa anak-anak ini mengirimkan identitas mereka dan video yang menampilkan mereka membacakan puisi yang bebas mereka pilih. Ada yang membacakan puisi favorit mereka, tapi ada juga yang membacakan puisi buatannya sendiri.
Dokumenter ini menampilkan video asli Dominic McLaughlin, Arabella Stanton, dan Alastair Stout menjalani audisi, bertemu untuk pertama kalinya, dan menjalani proses syuting serial tersebut.
Tim casting juga menjabarkan aspek-aspek yang menjadi pertimbangan mereka, mulai dari kriteria dan sifat dari karakter yang akan dimainkan hingga peluang kecocokan ketiga pemain saling berinteraksi.
2. Scabbers hingga Hedwig kini robot
Dokumenter ini juga menampilkan bagaimana perkembangan teknologi memainkan peranan yang penting dalam pembuatan serial Harry Potter.
Bila dalam versi film, hewan yang digunakan merupakan campuran antara asli, robot, dan efek visual, kali ini versi serial tampak lebih niat, yakni menggunakan animatronik.
Animatronik ini merupakan boneka robot hewan yang mampu bergerak persis dengan hewan aslinya. Sejumlah hewan yang akan menggunakan robot ini adalah Hedwig dan Scabbers, serta sejumlah hewan baru lainnya yang tak muncul dalam film.
Finding Harry: The Craft Behind the Magic juga menegaskan bagaimana dunia sihir Harry Potter yang dibuat berlandaskan pada nalar, sains, dan alam. Tim produksi kini lebih menonjolkan unsur alam dibandingkan pada versi film.
Meski begitu, mereka tidak melupakan sejumlah hal yang memang ikonis dari dunia Harry Potter, seperti kamar di bawah tangga, kereta Hogwarts, King’s Cross, hingga Aula Besar walaupun tetap ada modifikasi dibanding pada tampilan di layar lebar.
3. Beda kostum penyihir dan Muggle
Aspek wardrobe menjadi salah satu hal yang amat diperhatikan dalam serial Harry Potter. Tim wardrobe bahkan membedakan secara halus tapi jelas pakaian Muggle alias manusia non-penyihir dengan para penyihir untuk menegaskan cerita perbedaan keduanya seperti pada buku.
Tim wardrobe serial Harry Potter juga melakukan riset mendalam terkait gaya pakaian pada cerita asli yang berlatar pada 1991. Mereka juga memproduksi ulang sejumlah pakaian asli yang dikenakan Harry Potter versi film.
Lanjut ke sebelah…
Selain itu, tim wardrobe juga berdedikasi dengan pembuatan kostum para penyihir, salah satunya adalah Dumbledore yang memang dikenal nyentrik. Kali ini, aspek nyentrik pakaian Dumbledore yang ada di buku akan punya ruang lebih dalam versi serial.
Tim wardrobe juga membuat sebagian besar kostum-kostum para penyihir tersebut secara couture dengan hand-made. Mereka juga menggunakan motif-motif dan mencetak pola secara manual dan tradisional demi mendapatkan keunikannya.
4. Wawancara dengan ‘Dumbledore’ dan ‘Snape’
Sejumlah aktor serial diajak untuk wawancara dalam dokumenter Finding Harry: The Craft Behind the Magic, yakni John Lithgow, Janet McTeer, dan Paapa Essiedu.
Dalam serial, John Lithgow berperan sebagai Profesor Albus Dumbledore, Janet McTeer sebagai Profesor Minerva McGonagall, dan Paapa Essiedu sebagai Profesor Severus Snape.
Perbincangan ketiganya berkutat pada hal yang membuat mereka bergabung dalam serial ini, aspek serial ini yang membuat mereka terkesan, termasuk soal bagaimana pandangan mereka dengan trio Dom-Bella-Al sebagai Harry-Hermione-Ron.
“Saya ingat membaca buku-buku itu, dan Anda tidak akan bisa berbicara dengan teman-teman Anda sama sekali, karena, jika seseorang membaca lebih cepat dari Anda, mereka akan memberi tahu Anda apa yang akan terjadi,” kata Paapa Essiedu.
“Pada usia itu, Anda membayangkan diri Anda sebagai seorang anak di Hogwarts, berada di posisi Harry. Saya ingat berjalan masuk dan melihat kereta sungguhan [di Peron 9 3/4]. Rasanya seperti dilemparkan ke dalam buku.”
[Gambas:Photo Game Instant]
“Saya tahu bahwa ketika saya mengerjakan musim pertama Harry Potter, saya akan berusia 80 tahun,” kata John Lithgow. “Itu berarti saya akan berusia sekitar 88 tahun sebelum semuanya berakhir. Ini adalah hal yang sangat sulit untuk direnungkan.”
“Saya sangat senang melihat bagaimana mereka [Dom-Bella-Al] tumbuh dan bagaimana kemampuan artistik mereka berkembang, dan menjadi orang seperti apa mereka nantinya,” kata Essiedu.
“Secara teoritis, kita bisa bekerja bersama selama bertahun-tahun, dan mereka akan menjadi dewasa muda saat itu,” kata McTeer.
“Mereka akan tumbuh dewasa di sini,” kata Lithgow. “Dan saya akan menua bersama mereka.”
5. Kru lintas generasi
Salah satu aspek yang menggugah dari dokumenter ini adalah bagaimana Harry Potter bukan hanya dicintai dan memengaruhi penggemarnya, baik buku atau film, tetapi para kru di balik tayangan sinematik.
Dokumenter ini juga menyediakan tribut untuk mereka yang sudah bekerja di balik dunia Harry Potter. Sejumlah pekerja dalam serial ini sudah bekerja di balik dunia Harry Potter sejak era film dan kembali terlibat, atau mengikuti jejak orang tua mereka yang terlibat dalam proyek film, atau mewujudkan impian sejak kecil.
[Gambas:Youtube]
Add
as a preferred
source on Google
Wawancara dengan ‘Snape’
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: FOTO: Calon Jemaah Haji RI Menyiapkan Diri Menuju Tanah Suci
Baca lagi: Astronot Artemis II Nonton Project Hail Mary Sebelum Jalankan Misi
Baca lagi: Pimpinan Junta Militer Min Aung Hlaing Terpilih Jadi Presiden Myanmar



